Selasa, 3 Februari 2026, Selasa Pekan Biasa IV
Bacaan: 2Sam. 18:9-10,14b,24-25a,30 – 19:3; Mzm. 86:1-2,3-4,5-6; Mrk. 5:21-43.
“Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.” (Mrk 5: 34)
Hari ini Injil mengundang kita untuk hidup yang disembuhkan dan diperbarui melalui iman dan kasih. Kisah Yairus dan perempuan yang menderita pendarahan selama 12 tahun mengajarkan kita tiga pelajaran tentang kasih, ketekunan, dan kepercayaan kepada Allah.
Yairus, seorang kepala rumah ibadat, bukan orang sembarangan melainkan seorang pejabat tinggi. Ia meluangkan waktu dari kesibukannya untuk mencari penyembuhan bagi putrinya. Apa yang dilakukannya mengingatkan kita bahwa kasih membutuhkan pengorbanan. Baik itu untuk pasangan, anak-anak, rekan-rekan sekomunitas, atau bahkan untuk hubungan kita dengan Allah, kasih membutuhkan waktu, ruang, dan ketulusan. Apakah Anda memberi ruang dalam hidup Anda untuk orang-orang yang Anda cintai, ataukah kesibukan telah meminggirkan mereka? Kasih bertumbuh ketika kita mengosongkan diri untuk orang lain, membiarkan kasih karunia Allah menopang hubungan kita.
Perempuan yang dua belas tahun lamanya menderita pendarahan menunjukkan kekuatan iman di hadapan kegagalan. Setelah bertahun-tahun menderita, ia berpaling kepada Yesus, percaya bahwa hanya dengan menyentuh jubah-Nya dapat menyembuhkannya. Ia mengajarkan kepada kita bahwa perjuangan masa lalu kita dapat membentuk kita, membantu kita memahami penderitaan orang lain dan membimbing mereka kepada Kristus. Tuhan mengubah bahkan momen-momen keputusasaan kita menjadi kesempatan untuk mengalami kasih-Nya dan membagikannya kepada orang lain.
Akhirnya, perintah Yesus kepada perempuan muda, anak Yaiurs, “Talita Kum!” – “Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!” – mengingatkan kita bahwa tidak ada situasi yang melampaui harapan. Orang-orang di sekitar kita mungkin berkata sebaliknya, tetapi dengan iman, Allah dapat membangkitkan apa yang tampaknya hilang dan mati. Ia dapat memulihkan hubungan, memperbarui roh kita, dan menghidupkan kembali apa yang terasa mati. Percayalah kepada-Nya, dan peganglah kebenaran bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah.
Sebagai peziarah, marilah kita berjalan dengan iman, percaya bahwa Allah dapat menyembuhkan luka-luka kita, menghidupkan kembali cinta kita, dan memimpin kita ke dalam kehidupan baru. Dengan Kristus, segala sesuatu mungkin. Percayalah pada janji-janji-Nya, dan bangkitlah untuk hidup sepenuhnya dalam kasih karunia-Nya.
Tuhan Yesus, Engkau mengasihi kami masing-masing secara pribadi dengan kasih yang unik dan pribadi. Sentuh hidupku dengan kuasa-Mu yang menyelamatkan, sembuhkan dan pulihkan aku ke kepenuhan hidup. Bantu aku untuk memberikan diri sepenuhnya dalam pelayanan kasih kepada sesama.

