Minggu 11 Januari 2026, Pesta Pembaptisan Tuhan
Bacaan: Yes. 42:1-4,6-7; Mzm. 29:1a-2,3ac-4.3b,9b-10; Kis. 10:34-38; Mat. 3:13-17.
Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?" Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." (Mat 3: 13 – 17)
Suatu hari sebelum upacara sakramen baptis untuk anak-anak, Pastor cek nama-nama anak yang mau dibaptis. “Ini namanya siapa?” tanya Pastor. “Henpon, Pastor!” jawab seorang ibu. “Hah!? Handphone? Kenapa dikasih nama seperti itu?” tanya Pastor terkaget-kaget. “Henpon, Pastor. Bukan Handphone. Itu kombinasi … Bapanya bernama Hendrik dan mamanya bernama Ponsiana. Digabung menjadi Henpon!” “Oooh begitu……” Pastor terangguk-angguk kepalanya. “Lalu anak ini namanya siapa?” tanya pastor kepada orang tua yang lain. “Charger, Pastor!” “Hah!??” Pastor lebih kaget lagi. “Itu juga kombinasi, Pastor. Bapaknya bernama Charlie dan mamanya bernama Gertrude!” “Oooo….” Pastor terkagum-kagum…. “Lalu yang ini namanya siapa?” Pastor lanjut cek nama anak yang lain. “Kabel, Pastor!” “Pelee… kombinasi apa lagi?” tanya Pastor. “Bapaknya bernama Kanisius, Pastor… dan mamanya Bella….”
Setiap kali ada begitu banyak bayi atau anak-anak yang dibaptis ada sesuatu yang istimewa yang pantas disyukuri dan dirayakan. Hari ini Gereja merayakan Pesta Pembaptisan Tuhan. Jika ada pembaptisan di hari pesta ini, tentu lebih dari sekadar istimewa; ini akan adalah pembaptisan yang penuh kemenangan. Gereja bersukacita ketika seseorang dibaptis ke dalam Gereja dan ke dalam hubungan uniknya dengan Yesus, karena ia ditandai dan dimeteraikan sebagai milik Kristus selamanya. Bahkan jika tidak ada pembaptisan hari ini, perayaan hari ini adalah kesempatan baik untuk memperbarui Janji Baptis kita, janji-janji yang kita buat, atau, jika kita kita dibaptis waktu masih bayi, janji-janji yang dikatakan orang lain untuk kita. Ini adalah hari untuk memperbarui komitmen kita kepada Kristus dan satu sama lain. Bacaan-bacaan hari ini secara khusus menekankan sifat pembaptisan Yesus dan pembaptisan kita sendiri. Kutipan dari Nubuat Yesaya menyentuh inti baptisan kita: “Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan,” (Yes 42: 1).
Bacaan kedua hari ini adalah pidato dramatis St. Petrus tentang hidup dalam Roh, dan kesadarannya bahwa Allah tidak memihak. Dalam janji baptis, kita mengambil kesadaran itu dengan serius saat kita berjanji untuk “mencari dan melayani Kristus dalam semua orang, mencintai sesama seperti diri kita sendiri.” Kita juga berjanji untuk menghormati martabat setiap manusia. Kenyataan adanya keberagaman latar belakang di antara kita, isu ini disodorkan ke depan pikiran dan hati kita. Kita mendekati semua orang, orang-orang dengan keberagaman latar belakang itu, sebagai anugerah Allah bagi kita, dan kita memperluas keramahan kita kepada mereka karena “Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya,” (Kis 10: 35).
Dalam bacaan Injil, kita melihat kerendahan hati Tuhan kita, ketika Ia berkata, “Demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Itulah cara Allah menghendaki segala sesuatu, dan Allah jelas menghendaki kita untuk saling tunduk dalam pelayanan dan pengorbanan.
Inilah yang dapat dibawa oleh baptisan: semangat pelayanan yang kuat dan misi yang memenuhi arti kebenaran. Pembaptisan seseorang adalah sebuah peristiwa yang membuat kita semua tersenyum dan bahagia, meski kita tidak tahu apa yang Allah rencanakan untuk orang tersebut selanjutnya. Kita tidak dapat menduga apa yang akan terjadi pada orang tersebut setelah ia menerima baptisan. Tentu kita berharap, setelah baptisan entah bayi atau seorang dewasa, akan bertumbuh sebagai murid Kristus yang baik, hidup sesuai dengan janji baptisan mereka dan ikatan mereka dengan Kristus dan Gereja-Nya.
Seorang Teolog, Bernard Cooke, dalam Christian Sacraments and Christian Personality menulis: “Pembaptisan kita bukanlah tindakan yang terjadi sekali dan tidak memiliki arti lebih lanjut bagi kehidupan kita. Sebaliknya, semua makna sakramen ini secara dinamis masuk ke dalam kehidupan sehari-hari kita sebagai orang Kristen.” Pendeknya, mau dikatakan bahwa tidak cukup kita menerima baptisan secara pasif sebagai sesuatu yang dilakukan kepada kita. Kita juga harus membiarkannya menjadi kekuatan operatif yang mendorong kita untuk bertindak seperti Kristus.
Secara konkret, bagaimana saya sebagai seorang Kristen terlibat misalnya dalam pelayanan-pelayanan paroki; bergabung dengan kelompok-kelompok yang menjangkau mereka yang kurang beruntung; melayani yang berduka; atau bersaksi sebagai keluarga Kristen yang baik atau pejabat pemerintah yang mengedepankan nilai-nilai moral keadilan, kejujuran, dan integritas, dan sebagainya
Ambillah waktu sejenak saat ini dan renungkan sampai di mana perjalanan baptisan Anda telah membawa Anda. Apa yang telah Anda lakukan sebagai buah-buah dari hidup Anda dalam Kristus? Bagaimana Yesus telah memimpin Anda untuk menggunakan talenta dan karunia Anda untuk tindakan yang benar? Apa yang telah membawa kebahagiaan bagi Anda dalam perjalanan ini?
Lalu lihatlah sekeliling Anda pada saudara-saudari Anda, dan bersyukurlah bahwa bersama-sama Anda dapat merayakan hidup Anda dalam Kristus dan menantikan petualangan-petualangan selanjutnya.
Semoga baptisan Tuhan mengingatkan kita akan identitas dan misi kita, serta berkomitmen penuh untuk menghidupi dan menjalankannya.
Syukur kepadaMu Tuhan Sumber segala rahmat.
Meski kami tanpa jasa, Kau pilih dan Kau angkat.
Dosa kami Kau ampuni, Kau beri hidup ilahi
Kami jadi PutraMu.Kau Tumbuhkan dalam hati, Pengharapan dan Iman.
Kau kobarkan cinta suci, dan semangat berkorban.
Kami Kau lahirkan pula untuk hidup bahagia.
Dalam kerajaanmu.Kami hendak mengikuti, Jejak Yesus Sang Abdi.
Mengamalkan cinta bakti di masyarakat kami.
Syukur kepadaMu Tuhan, Atas baptis yang mulia.
Tanda rahmat dan iman.
Selamat Pesta Pembaptisan Tuhan. Andalah Anak yang Ia kasihi!

