Kamis, 13 November 2025, Kamis Pekan Biasa XXXII
Bacaan: Keb. 7:22 – 8:1; Mzm. 119:89,90,130,135,175; Luk. 17:20-25.
“Sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu,” (Luk 17: 21)
Para Farisi bertanya kepada Yesus kapan Kerajaan Allah akan datang. Mereka mengharapkan tanda-tanda, sesuatu yang terlihat, bahkan sesuatu yang spektakuler. Namun jawaban Yesus mengejutkan: “Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah…. Sebab, sesungguhnya, Kerajaan Allah ada di antara kamu.”
Di sinilah letak tantangannya. Kerajaan Allah bukan tentang tampilan luar atau tanda-tanda kosmik — melainkan tentang hati yang diubah oleh kasih. Kerajaan Allah bukan revolusi politik atau struktur, tetapi revolusi manusia yang diperbarui dalam Kristus. Kerajaan Allah sudah hadir di mana iman, pengampunan, dan kasih dihidupi.
Dengan Firman Allah yang hidup dalam diri kita, dengan belas kasih-Nya, dengan cinta-Nya, pemerintahan Allah sudah masuk ke dunia. Namun, orang-orang Farisi, yang merindukan pemerintahan Allah, gagal mengenali Dia yang berdiri di hadapan mereka. Betapa sering kita pun mengabaikan kehadiran Allah karena Ia datang dengan cara yang paling biasa, tenang, sederhana, dan rendah hati!
Yesus lalu memperingatkan murid-murid-Nya tentang kerinduan, bahkan ketidaksabaran, serta pelbagai macam spekulasi. “Akan datang waktunya kamu ingin melihat satu dari pada hari-hari Anak Manusia itu… Dan orang akan berkata: Lihat, ia ada di sana; lihat, ia ada di sini! Dari waktu ke waktu ada yang meramalkan saatnya. Namun, waktu bukanlah sesuatu yang dapat kita tentukan. Yang penting bukanlah spekulasi atau mengejar tanda-tanda palsu, tetapi tetap setia pada panggilan harian kita.
Maka, Kerajaan Allah itu sudah ada namun belum sepenuhnya. Sudah ada di dalam Kristus, di dalam sakramen-sakramen, di dalam cinta yang kita bagikan, dalam usaha kita memperjuangkan kebaikan, kebenaran dan keadilan. Belum sepenuhnya, yang kita tunggu dengan kesabaran dan harapan. Tugas kita adalah hidup hari ini sebagai warga Kerajaan itu, dengan menemukan Allah dalam hal-hal biasa, menyambut kehadiran-Nya di antara kita, dan mempersiapkan hati kita untuk saat ketika Kristus akan datang kembali dengan kemuliaan.
Tuhan, semoga komunitas kami, keluarga kami, menjadi tanda yang nyata dari Kerajaan Allah di bumi melalui keterbukaan kami terhadap semua orang, semangat kasih dan serta pelayanan kami. Amin.


Amin ,